Riyadlus Shalihin adalah Yayasan sebagai
wadah berhimpunnya kebaikan hati manusia yang berfungsi untuk menumbuh kembangkan rahmat islam bagi seluruh manusia. berdiri pada hari tahun 1995

Untaian Keindahan Makna antara Harapan & Realita

Selamat datang, Jika semua harta adalah racun maka zakatlah penawarnya, jika seluruh umur adalah dosa maka taqwa & tobatlah obatnya, jika seluruh bulan ternoda maka ramadhanlah pemutihnya, MARHABAN YA RAMADHAN
HIKMAH OF THE DAY

""Kebaikan-kebaikan besar berasal dari kebaikan-kebaikan kecil. Jangan pernah menganggap remeh kebaikan-kebaikan kecil yang biasa kita lakukan, Bisa jadi itu mengundang kebaikan besar menghampiri diri kita... Terus ber'amal dan Istiqomahlah,sekecil apapun 'amal itu". (salman al muhandis) "

TIP MENGAKSES BLOG INI

"blog ini paling mudah dan memberikan tampilan yang sempurna, apabila diakses menggunakan opera "

Rabu, 04 Desember 2024

Jumat, 15 November 2019

LTQ RIYADLUS SHALIHIN


🗣 PENERIMAAN MURID BARU

LTQ RIYADLUS SHALIHIN membuka kembali proses penerimaan murid baru mulai tanggal 8-13 Desember 2019.

▶ PERSYARATAN UMUM
1. Muslim/muslimah.
2. Usia remaja & dewasa
3. Mengikuti proses tes masuk untuk penempatan (placement test)

📝 Placement test
✅ Waktu, Sabtu, 14 Desember 2019
✅ Pukul, 08.00 - 11.00 WIB
✅ Tempat,  Riyadush Sholihin
Gg. Tanjakan IV No.5, RT.11/RW.8, Bukit Duri, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12840
https://goo.gl/maps/6xysUkPb8vtpHW5H6

📂 Pendaftaran online Silahkan daftar di http://bit.ly/daftar-ltq

📋 Pendaftaran manual
Ketik nama lengkap/ tempat & tanggal lahir/ alamat lengkap/ No Hp kirim ke 081363616461

☎ Kontak dan Informasi

Ummu Athifah 081363616462

Demikian info ini kami sampaikan, jazakumulloh khoiron katsiro

Selasa, 05 September 2017

buka Pembinaan Anak , Remaja dan Tahfidz Qur'an



  1. Anak usia  4 - 12 tahun untuk pendidikan  TPA  setiap hari senin -kamis , jam 16 - 17.30  WIB 
  2. ABG  usia 13-15 tahun untuk pembinaan mentoring setiap sabtu jam 8-10 pagi
  3. Remaja usia 16-23  tahun Pembinaan lanjutan  setiap hari kamis jam 17.30-20.00 WIB  dan setiap hari Sabtu jam 18.00-17.30 WIB 
  4. Pengajian majelis taklim  ibu - ibu  setiap hari jumat jam 13.00-15.00 WIB
  5. Lembaga Tahfiz Quran 
  • Tahsin belajar tajwid  setiap sabtu jam 8.30-10.30 WIB 
  • Talaqqi jam 8:00 - 10:00 WIB 
  • Tahfidz jam 8:00 - 10:00 WIB 
Biaya : 
Tahsin Rp. 250ribu /semester
Tahfidz talaqqi Rp. 200 ribu/semester 
Tpa pendaftran Rp. 25 ribu dan Infak bulanan Rp. 25 ribu





Kamis, 22 Desember 2016

Saya melihat Almarhum Ust Ruslan Effendi (ust Lani) juga sedang berumrah

 kunjungan ibu Leny ke rumah kediaman beliau tepat 2 hari sebelum beliau wafat
(Dikisahkan langsung oleh ibu Leny , anak asuh dan anak didik Ust Lani) dan sadurkan kembali via Whatsapp oleh menatu beliau Ust. Ali Fikri Noor yang saat ini menjabat sebagai sekretaris IKADI Pusat
✍ Kisah ini sengaja sy catat dan share agar menjadi ibrah bagi kita, para  orang2 soleh dan aktifis dakwah  agar selalu istiqomah di Jalan Nya. Dan kisah ini benar adanya, tanpa sy bikin-bikin dan khayalan sebab saya langsung dengar dari ibu mertua sy, dan juga dari ibu Lenny (usia 45), yg langsung sy konfirmasi kebenaran kisah ini darinya kemaren tgl 21/12/2016.
✍ Belum lama ini  sekitar tgl 3/12/2016, ibu Lenny pergi umrah, dan di sana ia selalu beritikaf di masjid Al Haram, Mekah, ia membaca Alqur'an sepanjang waktu, bahkan ia sampai menolak diajak u berziarah karena belum mengkhatamkam bacaannya. Setelah ia khatam al qur,'an, dan sambil menghadapkan wajahnya ia memohon kepada Allah agar diberikan hadiah, dan dia lalu berfikir Ya Allah berikanlah sy hadiah yg laen, sbb sdh khatam baca Al qur'an adalah hadiah termahal, lalu  ketika wajahnya terus menghadap ke arah Ka'bah, tiba2 dilihat di hadapannya Almarhum Ust Lany yg jg sedang berpakain ihram, sy terkaget kaget, sy lihat keasliannya ternyata ia jg berpakain ihram  seperti layaknya jamaah lain dgn bagian pundak kiri terbuka lalu terjadilah dialog antara saya (ibu Leny) dgn beliau. Kata ibu Leny, "saya lihat ust Lany pake kain ihram dan wajahnya agak gemuk,  loh kok ust bisa umrah di sini, kan ust Sudah meninggal", ust Lani berkata dalam posisi dia sdg berdiri dan sy masih dalam keadaan duduk, ini semua dgn izin Alah nak, dan wajah sy terus ke arah Ka'bah, pertemuan ini terus berlangsung beberapa hari, kemana saja sy pergi almarhum Ust Lani terus jalan bersama saya, kayak layaknya anak dan bapak pergi umrah bersama.
✍ Kesesokan harinya lagi sy bertemu lagi dgn Almarhum Ust lani, jg di  Mekkah tapi dia sdh berganti pakaian, sy pun ngobrol lagi seperti layaknya obrolan orang biasa, tapi setiap sy sholat dan jamaah lainnya sholat, sy lihat Ust lani, tdk Sholat, sy tanya:  'abi kok tdk shalat, abi sekarang sdh tidak lagi shala nak , begitu jawabannya.😭😭
✍ Sy (ibu Leny) dalam kondisi sadar bukan dalam kondisi tidur, ketemu lagi dgn almarhum Ust lani, saya tanya Abi Mau kemana?...Abi mau ke atas nak! Nih orang2 juga sdg pada turun dari atas ingin bertemu dgn kekasih2 mereka, abi mau ikut halaqoh (pengajian) bersama para Malaikat.😇👳‍♀👳‍♀😭😭
✍ Ibu Leny terus bercerita, keesokan harinya saya bertemu lagi dgn almarhum Ust Lany, dan terus berbincang2, kata saya , abi keliatannya abi ingin menyampaikan sesuatu u anak2 Abi?..apa pesan Abi u anak2?? , ☺☺
Ya abi berpesan u mereka (disebutkanlah pesan beliau u anak2 nya satu persatu....di antara pesannuya u lutfiyah (istri saya: Ali Fikri Noor) teruskan berdakwah pasti Allah akan menolongnya..begitu seterusnya semua anak2 nya dipesankan oleh beliau.
✍ Dalam perjumpaan saya (ibu Leny) dgn Almarhum ust Lani, tatkala beliau ingin berhalaqoh, sy juga melihat ada Almarhum Ust . RAHMAT Abdullah.
Lalu, dia berkata nak abi di sini hanya bicara dgn kamu saja, kenapa Bi?? Sbb kamu sdh seperti anak abi, kan kamu sedari kecil tdk punya orang tua, nak!..😪😭😭
✍ Perlu dicatat di sini Almarhum mertua saya Ust Lani, adalah pejuang dakwah, ia dahulu pernah disiksa dan dipenjara di era Orde Baru, era Beny Murdani, selama hampir 3 bulan,dan kata mertua saya, pipi Abi nak , saat itu dijadikan asbak rokok oleh sipir penjara, abi dipukul, tapi abi hanya terus baca Hasbiyallah alaihi tawakkaltu wa huwa robbul Arsyil Adzhiim, dan pipi abi ga terasa panas, jg ga terkena pukulan. ✍almarhum Ust Rahmat abdullah itu, teman Abi berdakwah, yg sama2 ingin ditangkap, tp ia terselamatkan.
✍ Mertua sy (ust Lani) selalu rutin bangun malam shlalat Tahajjud, dan selalu berjama'ah di masjid, terakhir menjelang beliau wafat, sekalipun jalannya sdh miring2 ,ia tetap rutin shalat berjamaah di masjid dekat rumahnya.
✍ Mertua sy ini dikenal banyak berdakwah, sehari sampai 3 tempat ia m💐
✍ Saya semakin yakin dgn kisah spiritual ini akan sabda RASULULLAH saw : "Orang yg mahir dgn al qur'an itu akan bersama para malaikat yg suci lagi mulia".
✍Dan ini adalah jg  pesan u mereka, baik anak keturunannya dan murid2 nya yg masih hidup agar selalu beristiqomah di dalam kebaikan.🙏
Wassalam : H.Ali Fikri Noor, menantu almarhum Ust Lani).💐💐💐
engajar, dan berdakwah, dan materi dakwahnya, adalah tafsir qur'an tematik , kata ust KH Arifin Ilham, yg menjadi teman dan murid beliau, ust Lani itu adalah Alqur'an berjalan". Persaksian beliau saat bertakziyah..

Rabu, 02 November 2016

KH. Ruslan Effendi - Ustad Lani


Kami segenap pengurus dan Jama'ah Riyadlus Shalihin turut berduka cita atas meninggalnya Ketua Dewan Pembina Yayasan Riyadlus Shalihin, Guru kami, KH Rusan Effendi , pada hari Kamis, 27 Oktober 2016, jam 13.45 WIB di Rumah Sakit PON (Pusat Otak Nasional), Cawang Jakarta 

 




اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.  وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Rabu, 01 April 2015

doa teman

"Jika tanganmu terlalu “pendek” untuk membalas kebaikan sahabatmu, maka “panjangkanlah lisanmu” dengan memperbanyak terima kasih dan mendo’akannya." "Tidaklah salah jika hamba mendekati Rabb-nya ketika berbagai ujian menimpa. Tapi yang salah adalah jika dia lalai dari Rabb-nya dan lalai dari beribadah kepada-Nya ketika ujian telah usai."

ORANG YANG PALING KAYA


Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling menerima. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: "Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati." (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah) Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah menerima dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat. Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya,keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr) Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yang berpenghasilan dua puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yang berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin. Pasalnya, orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yang didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yang didapatkannya sangat banyak. Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya? Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah sebagai berikut: “Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani) Mari kita syukuri nikmat yang ada, tetap semangat menjalani hidup, semoga bermanfaat. via : muslim.or.id image courtesy @alhikmahjkt

Masjid Ramah Anak

dari grup whatsapp

Kita orang dewasa yang sesungguhnya menjauhkan anakk ke masjid... DIBUTUHKAN ! MASJID RAMAH ANAK by bendri jaisyurrahman (@ajobendri) 1| Saya ingin berbagi pengalaman kawan sy yg berjuang agar anak2 punya hak utk berada di dalam #masjid 2| Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak2 kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam #masjid 3| Anak2 dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang2an menulis larangan anak masuk #masjid 4| Bahkan ada orang dewasa yg tak segan2 menghardik & mengancam mrk jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan #masjid 5| Anak2 pun mncari tmpt alternatif hiburan.Pilihannya playstation & game online.Prmainan mnyenangkan. Pnjaganya pun menyambut ramah #masjid 6| Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sbb waktu kecil sll dimusuhi saat di #masjid 7| Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak #masjid 8| Anak2 lebih mengenal Allah yg Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mrk banyak dihukum dan dimarahi jika bermain2 di #masjid 9| Pun jika ada anak yg sungguh2 ibadah. Ternyata banyak mereka yg tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal. #masjid 10| Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia #masjid 11| Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak2. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak2 dianggap warga kelas dua. #masjid 12| Masjid sbg pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt utk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan #masjid 13| Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar krn trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di #masjid 14| Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum. #masjid 15| Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yg lain yg diajarkan rasul : memuliakan anak2 #masjid 16| Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di #masjid 17| Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya. #masjid 18| Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak2 puas bermain di #masjid 19| Kisah2 Rasul yg memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul #masjid 20| Alhamdulillah stlh banyak dialog dgn pengurus masjid yg melarang anak2, akhirnya ada jg yg tercerahkan meski awalnya marah2 #masjid 21| Bahkan ada yg berinisiatif membuat ruang bermain bg anak2 serta menyediakan pampers bagi anak2 #masjid 22| Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yg menjauhkan mereka dr agama. #masjid 23| Jk sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kpn harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima #masjid 24| Indahnya jk anak2 saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama2 disana. Masjid pun ramai. #masjid 25| Orang dewasa lain yg malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan #masjid 26| Jk masjid ramai, mk tak ada lagi yg ribut dgn konser lady gaga. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mrk semua hatinya terpaut ke #masjid 27| Jd dr skrng, mari buat masjid sbg tempat yg nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak2. Kelak mereka yg akan memakmurkan #masjid 28| Jk sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet2 dan gameonline, bahwa masjid skrng punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi #masjid 29| Mudah2an ada pengurus masjid yg baca tweet ini dan memulai gerakan ajak anak ke #masjid. Saya berdoa semoga terwujud. Amiin....

Senin, 28 Oktober 2013


Alhamdulillah setelah sekian lama sakit, kini sehat dan  bisa ceramah lagi ....

Selasa, 02 Oktober 2012

hindari kenakalan anak


dakwatuna.com – “Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu. “Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak. Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya. Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis. Hindari Sebutan Nakal Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut. Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya! Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua. Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak sebenarnya lemah dan bahkan lembut. Mereka tak suka pada kekerasan. Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah dalam mengambil langkah. Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini. Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan, Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil Bila anak merasa aman, ia belajar percaya Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta. Cara Pandang Positif Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya. Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal. “Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif. “Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak. Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/23024/jangan-sebut-anak-anda-nakal/#ixzz28CM8ZLe0

Selasa, 07 Februari 2012

Cara Iblis menyesatkan dengan sejadah ??


Siang menjelang dzuhur . salah satu iblis ada di masjid. Kebetulan hari itu adalah hari Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada di dalam masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk dan masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air
Pada setiap orang, iblis masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap SAJADAH. "Hai Blis!" panggil seorang Kiai, ketika baru masuk masjid. Iblis merasa terusik dan berkata : "Kau kerjakan saja tugasmu kiai, Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam masjid ini!"
Pak Kiai : "ini rumah ALLAH, blis! Tempat yang suci, kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!" Kiai coba mengusir iblis.
Iblis : "Kiai, hari ini adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenggung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu".
"Dengan apa?", tanya kiai.
Iblis : "Dengan sajadah !".
Kiai : "Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, blis? "
Iblis : "Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah dibawah UMR, demi keuntungan besar!"
Kiai : " Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru ?"
Iblis : " bukan itu saja kiai, Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
Kiai : "Untuk apa ?"
Iblis : "Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang kau pimpin, Kiai! Selain itu, saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggan. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. dari situ saya bisa ikut membentangkan sajadah".
Dialog iblis dan kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi sajadahnya lebih kecil.
Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajdahnya, tanpa melihat kanan-kiri. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dahulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, liat itu kiai !", Iblis memulai dialog lagi
"Yang mana ?", tanya kiai
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu, mereka punya sajadah yang bebeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka"
Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan iblis sebelumnya. Pemilik sejadah lebar ,rukuk, Kemudian sujud. Tetapi sambil bangun dari sujud, ia membuka sajadahnya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil berada dibawah sajada yang besar. kemudian ia berdiri, Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditutupi oleh sajadah yang lebih besar. Itu berjalan sampai akhir sholat sunnah.
Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadiaan itu beberapa kali terlihat di beberapa bagian masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas dari pada di bawah. Di atas sajadah saja orang sudah berebut kekuasaan dengan orang lain. Siapa yang memiliki sajadah lebar akan meletakkan diatas sajadah kecil. Sajadah sudah dijadikan iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah diidentikan sebagai orang yang memiliki kekayaan, yang setiap saat harus berada diatas daripada yang lain. Sedangkan pemilik sajadah yang kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang kaya.
Diatas sajadah saja, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. " ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM
SEMOGA KITA LEBIH BIJAK MENGGUNAKAN SAJADAH YANG KITA MILIKI (dari blog sebelah)

Minggu, 05 Februari 2012

Jin dan "orang iseng"



Rumah yang belakangnya tersambung
ke akses gedung Yayasan hampir tiap hari tidak sepi dengan rukyah. Tapi pada
malam tersebut ada yang mencolok dari hari biasanya. ustad Ruslan Effendi dan
ustad  Hermasyah  adalah dua eksekutor  yang sulit lepas dari setiap aktifitas rukyah
baik diluar maupun dalam rumah itu , namun lagi-lagi pada malam itu terlihat
seru dan mencengangkan hal ini disaksikan sendiri oleh sanak keluarga dari orang
tua pemilik rumah ohya ditambah teman buta mediasi komunikasi dengan jin, malam itu terkuak semakin lebar bukan saja tehnik
rukyah atau macam prilaku serangan JIN tetapi  ternyata pengirim lagi-lagi bukan dari orang
jauh, mereka sangat  menaruh kebencian pada
keluarga tersebut, mereka terdiri dari kalangan  kerabat dekat
dan kalangan ustad, hati terasa berdesir keras gimana enggak  karena mereka  tidak pernah berhenti dan jera walapun dukun
atau yang bertopeng tabibpun satu persatu sudah bertumbangan, namun terus mereka
mencari sekutu,  kabar terakhir salah seorang dari mereka (maaf
tidak bisa disebut nama) telah membuat kesepakatan dengan dukun tersebut, jika berhasil
akan diberikan sisanya hingga total 50 juta dari awal pembayaran 20 juta,
informasi seperti ini seperti biasa diperoleh dari Jin yang nyerah dan masuk
islam. Ingin rasanya membeberkan rekapan percakapan JIN  kepada orang yang mengirim supaya mereka
mengetahui dan sadar bahwa rahasia mereka sesungguhnya sudah terbongkar, tapi
selalu dicegah oleh sang perukyah. Wal hasil semua yang kumpul pada saat itu
mengambil ibroh bahwa :
1.       Setangguh
apapun jin jika selamanya mereka adalah makhluq maka tidak ada apa-apanya dibanding
Sang Kholiq.
2.       Bagi
mereka yang didzolimi adalah sebagai media untuk selalu dekat dengan Alloh
sehingga berpeluang kecil untuk bermaksiat kepadaNya, mudah-mudahan bagi yang
terdzolimi jika sabar dihapuskan dosanya amin.
3.       Bagi
sang perukyah akan menambah pengetahuan tehnik dengan akurasi sangat tajam seiring intens menangani korban "iseng orang" tentunya. (wallahu'alam bishowab)

Kamis, 09 Juni 2011

kata bijak kepada khawatir


Apakah anda pernah/sedang khawatir ?? saya rasa setiap orang pernah mengalaminya, mungkin sebagian dari kata kata bijak ini bisa membantu menenangkan pikiran anda :

Biasanya, orang lebih kuatir tentang hal yang tak dapat dilihatnya daripada yang dapat dilihatnya.
Julius Caesar

Kekuatiran tak akan melenyapkan kesedihan esok, tetapi akan menghilangkan kegembiraan hari ini.
Leo Buscaglia

Kita lebih banyak menderita oleh khayalan daripada oleh kenyataan.
Seneca

Bodoh. Itulah kekuatiran. Buang-buang energi mental secara bodoh. Telah dihitung bahwa kira-kira sembilan puluh dua persen dari kekuatiran tidak pernah terjadi. Anda bisa menangani sisa 8 persennya.
Norman Vincent Peale

Mereka yang kuatir sudah menderita akan hal yang mereka kuatirkan.
Montaigne, Essays, 1588

Saya banyak mengalami kekuatiran, tetapi kebanyakan tak pernah terjadi.
Mark Twain

Kuatir sama seperti membayar bunga untuk uang yang mungkin tak pernah Anda pinjam.
William Ralph Inge

Tak ada gunanya membuka payung sebelum hujan.
Alice Caldwell Rice

Pegangan hidup saya adalah: Berjagalah untuk hal yang terburuk, berharaplah akan hal yang terbaik dan terimalah apapun yang datang.
Robert E. Speer

Bila Anda percaya bahwa merasa sedih atau kuatir dalam waktu cukup lama dapat mengubah masa lalu dan masa depan, maka Anda berada di planet dengan realitas yang beda.
William James

Mari kita tingkatkan rasa kuatir menjadi pemikiran sehat dan perencanaan.
Winston Churchill

Tak ada yang menguras tubuh seperti kekuatiran, dan orang yang mempunyai iman pada Tuhan harus malu untuk kuatir tentang apapun.
Mahatma Gandhi

Tak ada orang akan tenggelam oleh beban suatu hari. Tetapi bila beban esok ditambah ke beban hari ini, tak ada orang yang sanggup menanggungnya.
George Macdonald

Kuatir adalah siklus pikir yang tidak efisien yang berputar disekeliling suatu pusat ketakutan.
Corrie Ten Boom

Bila saya menoleh ke belakang menengok segala kekuatiran saya, saya ingat cerita seorang tua di ranjang kematiannya bahwa ia mengalami berbagai kekuatiran dalam hidup, yang sebagian besar tak pernah terjadi.
Winston Churchill

Mengatasi kuatir dapat dilakukan dengan hidup satu hari setiap kali bahkan sesaat setiap kali. Kekuatiran Anda akan tumbang tak ada artinya.
Robert Anthony

Bila orang yang kuatir akan kekurangannya mau mensyukuri kekayaan yang mereka miliki, mereka akan berhenti kuatir.
Dale Carnegie

Kekuatiran mirip orang – akan tumbuh menjadi besar bila Anda memeliharanya.
Penulis tak dikenal

Bila Anda ingin mengetes ingatan Anda, cobalah untuk mengingat kembali yang Anda kuatirkan setahun yang lalu pada hari ini.
E. Joseph Cossman

Banyak orang mengumpulkan berkas kayu untuk membangun jembatan yang tak pernah mereka seberangi.
Penulis tak dikenal

Kuatir seperti kursi goyang, yang memberikan sesuatu untuk Anda lakukan namun Anda tak pernah sampai kemanapun.
Glenn Turner

Kekuatiran sering memberikan bayangan yang besar untuk sesuatu yang kecil.
Pepatah Swedia

Kita dapat dengan mudah mengatasi bila kita mau mengambil hanya beban hari ini. Tetapi beban menjadi terlalu berat bagi kita bila kita harus memikul beban hari kemarin pada beban hari ini ditambah beban hari esok sebelum kita perlu menanggungnya.
John Newton

Jangan membawa hari esok ke tempat tidur bersama Anda.
Norman Vincent Peale

Sehari kuatir lebih melelahkan daripada seminggu kerja.
John Lubbock

Betapa besar kepedihan yang harus kita bayar, untuk keburukan yang tak pernah terjadi.
Thomas Jefferson

Kesedihan mempunyai batas, sedang kecemasan tidak ada batasnya. Kita sedih hanya untuk hal yang telah terjadi, tetapi cemas untuk semua hal yang mungkin terjadi.
Pliny the Younger

Kesulitan yang nyata dapat diatasi, tetapi yang kita bayangkan tak dapat ditaklukkan.
Theodore N. Vail

Kesedihan melihat ke belakang. Kekuatiran melihat ke sekeliling. Iman melihat ke atas.
Anonim (Guidepost)

Ilustrasi singkat mengenai Kekhawatiran yang sudah terlalu jauh… begini ceritanya :

Pada suatu malam seorang pendeta menerima telepon dari seorang ibu.
“Ada apa bu?” Tanya pendeta itu.
“Begini pak, saya ini selalu kuatir,” jawab ibu itu.
“Kuatir apa bu?”
“Saya ini seorang janda pak, anak saya dua, laki-laki.”
“Apa yang ibu kuatirkan?”
“Saya kuatir kalau nanti anak saya sudah menikah dan menantu saya tidak sayang pada saya, sedang saya sakit-sakitan, saya akan ikut siapa?”
“Apakah ibu sekarang sakit?”
“Tidak.”
“Jadi ibu sehat. Apakah anak ibu sudah punya pacar?”
“Belum pak,”
“Sudah berapa tahunkah umur mereka, dan dimanakan mereka sekarang bekerja ??”
“Mereka masih kecil kecil pak, Ini mereka tidur di sebelah saya.”
“Astaga!” kata pendeta itu.

Memang kekuatiran sering menyakitkan, menyusahkan, menghilangkan sukacita yang seharusnya ada. Kalau Anda sering diliputi kekuatiran, barangkali kata-kata bijak di atas tadi ini bisa membantu Anda melenyapkan kekuatiran Anda
Share |

Jumat, 06 Mei 2011

TPA Riyadlus Shalihin

Semoga menjadi soleh solehah bermanfaat bagi agama dan bangsa 

Senin, 18 April 2011

ketikan ustad Abu Ridho, semoga bermanfaat


“Pantaskah kita menemui Sang Kekasih dengan pakaian compang-camping dan badan kotor penuh lumpur?”

“Pada realitasnya, kita seringkali lebih menyintai selain Allah daripada menyintai-Nya. Anehnya, meskipun begitu, kita tetap merasa bahwa Allah selalu menyintai kita dengan dalih Ia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

“Seringkali kekisruhan dalam rumah tangga atau masyarakat menjadi sukar diredam karena masing-masing pasangan atau anggota masyarakatnya tidak bisa diam dan lupa bahwa setiap ucapannya harus dipertanggungjawabkan, sedangkan Nabi saw bersabda, “Jika beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata yang baik atau (jika tidak) diamlah...” (HR, Bukhari)

“Meskipun “memaafkan di saat marah, berinfaq di saat pailit, menjaga diri dari dosa di saat sendirian, dan menyampaikan kebenaran kepada orang yang ditakuti adalah 4 kebaikan yang paling berat pelaksanaannya”, seperti dikemukakan Sayyidina Ali Ra, namun demi menjaga keluhuran moral dan meningkatkan kemajuan spiritual, hal itu tetap harus diupayakan.”

“Penderitaan” itu fakta sedangkan “menderita” atau “tidak menderita” itu pilihan. Kenyataan, tidak semua “penderitaan” yang kita alami, kita dapat mengatasinya. “Penderitaan” akan membikin kita menderita jika kita tidak mau bertawakkal, berserah diri, hanya kepada Allah Swt atas “penderitaan” yang faktanya kita sendiri tidak mampu mengatasinya.”

“Meskipun menurutkan keinginan dan hasrat diri, kepuasannya, terkadang tidak seimbang dengan akibatnya, berupa kepedihan menanggung rasa malu dan penderitaan yang berkepanjangan, namun tetap saja banyak orang yang melakukannya karena semata-mata ingin mereguk kepuasan.”

‎"Sejatinya, kekecewaan mengajari kita untuk bisa memproporsionalkan keinginan”

“Ketika seseorang dicengkeram kecemasan karena takut keburukan-keburukan yang disembunyikannya akan diketahui orang lain, ia cenderung akan menyembunyikan di berbagai tempat yang dikira tidak akan diketahui orang. Hal itu justru membuka peluang lebih besar bagi orang lain untuk mengetahuinya dan akan semakin menambah penderitaan karena kecemasannya semakin membesar.

“Jika saja dalam memersepsi dan menyikapi sesuatu tidak berlebihan sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalib, “Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu”, tentu pertikaian bisa ditekan untuk tidak mudah berkobar dalam bentuk saling hujat dan merendahkan.”

“Jika memang serius ingin pahala, tetapi mengapa sulit memaafkan dan melakukan ishlah ketika kesal atau marah kepada istri (suami), teman, sahabat, atau saudara yang terlanjur melakukan kesalahan? Padahal Allah menegaskan, ”...Barangsiapa memaafkan dan berbuat ishlah (kepada orang yang berbuat jahat sekalipin) maka pahalanya ada pada Allah...” (QS. Al-Syura [42]: 40)

“Jangan sampai kita menyesal di akhirat nanti karena ternyata tabungan amal akhirat kita kosong disebabkan selama di dunia amal baik yang kita lakukan tidak ikhlas, riya (ingin dipuji orang), atau karena motif-motif duniawi lainnya.”

“Seringkali kekisruhan menjadi sukar diredam, termasuk dalam keluarga, karena kita lupa bahwa setiap ucapan harus dipertanggungjawabkan. Akibatnya kita tidak bisa diam. Nabi saw bersabda, “Jika beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata yang baik atau (jika tidak) diamlah...” (HR, Bukhari)

“Tak semua orang merasa puas jika dirinya, dengan ucapan dan atau perbuatannya, dapat mempermudah urusan orang lain. Banyak orang yang justru merasa puas jika dirinya, dengan ucapan dan atau perbuatannya, dapat mempersulit orang lain.”

“Jika semua aktivitas diawali dengan BISMILLAH, diharapkan selain dapat meredam nafsu ingin melakukan kejahatan, juga memperkuat kesadaran bahwa diri kita selalu berada di bawah pengawasan-Nya yang membuat kita terus melakukan amal baik di sepanjang hari."

”Kepalsuan hubungan antarpersonal semakin menjadi-jadi jika masing-masing yang terlibat di dalamnya menjustifikasi kepalsuannya dengan pembenaran-pembenaran
filosofis, sosiologis, dan bahkan religius.”

 “Karena ingin menekankan efektifitas dalam berkomunikasi kita terkadang lupa pada etika, padahal tanpa etika bisa jadi komunikasi yang ingin kita bangun ambruk sebelum tegak."

“Sering kita merasa sangat cemas dengan bayangan perut akan menjadi lapar dan haus tetapi kita tidak mencemaskan jika yang akan lapar dan haus adalah jiwa kita.”
“Kalaulah bukan karena salah seorang dari satu pasangan suami istri telah menjadi asing sebagai manusia, dan karenanya ia seenaknya mendepersonalisasi pasangannya hingga ke status obyek, tentu tidak akan terpikirkan untuk menyakiti pasangan hidupnya.”

“Nasihat, meski substansi, bahasa yang digunakan, dan cara penyampaiannya baik, bagi penjahat, sering dianggap menyakiti hatinya.”

‎"Meskipun memaafkan itu merupakan ciri seorang mukmin dan berpahala besar, namun karena faktor nafsu, kebencian, dan dendam yang membuat hati menjadi keras membatu, ia tak mudah menjadi budaya dalam kehidupan sosial kita."

Rabu, 09 Maret 2011

maskot olipiade 2012 = lambang zionis ?

Ada-ada saja, seharusnya olimpiade yang bakal digelar 2012 harus universal karena sama-sama menganut kesetaraan manusia dimata dunia, eh ini maskot olimpiade mirip diambil dari lambang zionis....capek deh! ...............coba cek deh !..zionis banget !   Seolah -selah memberi pesan mereka kaum zionis kepada dunia bahwa mereka sudah dan siap merambah dunia dan menggurita, amerika saja negara yang kono katanya superpower jadi budaknya apalagi negara lain. silahkan cek di dunia maya atau di blog tetangga http://blogsr0812.blogspot.com/2011/01/propaganda-dalam-symbol-freemasons.html

Kamis, 03 Maret 2011

ARTI MIMPI OLAH RAGA

VIVAnews - Apakah Anda pernah bermimpi sedang melakukan jenis olahraga tertentu dengan semangat? Dari mimpi tersebut bisa jadi terdapat simbol tertentu yang  bisa menggambarkan kondisi psikologis Anda.
Sebuah situs penafsir mimpi, DreamMoods.com, memuat daftar arti dibalik mimpi berolahraga. Tidak ada salahnya untuk melihat daftar berikut, untuk mengetahui arti dibalik mimpi Anda.
1. Lompat
Saat bermimpi melompat, menandakan kalau Anda membutuhkan keseimbangan yang lebih besar dalam hidup. Cobalah untuk konsisten saat mengejar tujuan Anda.
2. Sit Up
Bermimpi sit up menandakan kalau Anda harus lebih mencurahkan perhatian terhadap sesuatu hal. Bisa hubungan pribadi, karir atau target masa depan. Selain itu, mimpi sit up juga mengindikasikan kalau Anda perlu meningkatkan kepercayaan diri dan menunjukan kewibawaan.
3. Angkat beban
Mimpi mengangakat beban adalah sebuah metafora sederhana. Anda ingin sedikit bersantai dan melenturkan otot. Mimpi ini juga menggambarkan kalau Anda ingin orang lain tahu bahwa Anda adalah pribadi yang bertanggung jawab.
4. Lari
Jika Anda bermimpi sedang berjogging, menunjukkan kalau sebenarnya Anda tidak mencari perubahan. Tapi jika dalam mimpi itu Anda berada dalam sebuah perlombaan lari, dapat melambangkan bahwa Anda sedang membandingkan diri dengan orang lain. Anda bisa memperlambat diri atau bisa juga harus lebih bersemangat lagi untuk mencapai sukses.
5. Berenang
Air merupakan simbol banyak hal dan sering terkait dengan kondisi emosi dan pikiran bawah sadar. Jika bermimpi sedang berenang, bisa jadi Anda sedang mencari dukungan emosional. Mimpi ini adalah mimpi yang sering terjadi pada orang-orang yang sedang melakukan terapi. Jika bermimpi berada di bawah air sambil berenang, menunjukkan bahwa Anda benar-benar tenggelam dalam perasaan sendiri.
6. Pushup
Arti dari mimpi pushup cukup sederhana tetapi memiliki makna mendalam. Mimpi ini menandakan kalau Anda harus lebih tegas dan harus lebih sering mengambil inisiatif.

Rabu, 08 Desember 2010

Pengokohan Zakat ala Umar bin Abdul Aziz


Banyak sudah diulas oleh para Ulama dan Penggiat Zakat tentang kecemerlangan zakat di zaman Khalifah Umar bin Abdul Azis yang hidup 60 – 101 H, di saat negeri ini dilanda korupsi, nepotisme, serakah dan budaya memboroskan anggaran, sepertinya potret negeri ini sesungguhnya tidak jauh jauh beda dengan keadaan ini pada zaman sebelum naiknya Umar bin Abdul azis menjadi khalaifah. Namun betulkah dengan zakat yang hanya 2,5% mampu mengulangi sejarah gemilangnya zakat. sesungguhnya sebelum melangkah jauh kesana ada baiknya mentelaah bagaimana formulasi capasity building terhadap Baitul Mal yang dilakukan oleh Umar Bin Abdul Azis di saat negeri mengalami kronis. Ada beberapa langkah fundamental yang dilakukan oleh beliau, sehingga dalam tempo cukup 2,5 tahun mampu memakmurkan negeri dari semenanjung Bagdad hingga Afrika. bahkan konon saat itu pasukan islam sudah di pintu gerbang kota Paris di sebelah barat dan negeri Cina di sebelah timur. beberapa langkah ini merupakan makna tersirat dari kisah tauladan khlaifah Umar bin Abdul  Azis,  ternyata tanpa sengaja tidak hanya menjadi strategi penguatan Baitul Mal namun lebih dari itu memiliki bobot pendidikan bagi masyarakat dimana akan bermuara kemballi ke Baitul Mal :    

Kedermawanan
Pertama  karir Khalifah, di awali dengan penyerahan  harta beliau dan melucuti perhiasan keluarganya ke Baitul Mal, sangat sadar apa yang dilakukan, tidak sekedar memberi kontibusi penganan kemiskinan tetapi lebih dari  beliau memberi contoh bederma menjadi life style, karena kedermawanan bukan hanya urusan pahala tetapi memilii dimensi sosial, hal ini menjadi contoh yang baik tidak hanya bagi rakyatnya tetapi membidik  para pejabatnya yang kurang mempedullikan Baitul Mal, maka nyatalah bagi pengelola Baitul Mal haruslah ditopang tidak hanya profesional semata tetapi memiliki akhlak pemurah dan dermawan. saat itupulaah  publikasi existansi baitulmal tersebar dimana-mana , pungutan zakat sangat gencar dilakukan. tidak peduli kalangan istana sekalipun. dan beliau tidak segan-segan mengambil paksa harta para pejabat yang diperoleh dari kedzaliman untuk dimasukkan ke Baitul Mal. untuk berkaca kepada rasulullah tentang kederemawanan terasa jauh tetapi jika keteladanan itu diperlihatkan dan dekat, apalagi ia seorang pemimpin yang memiliki otoritas tinggi, maka sangat mungkin untuk diikuti oleh anak buahnya.  

Meninggalkan  Keborosan
pada zaman khalifah sebelumnya sudah biasa seorang khalifah hidup dalam kemewahan, dan boros dalam penyelenggaraan negara hanya untuk memuaskan selera, begitulah jika hidup boros sudah menjadi kultur mencerminkan kurangnya perencanaan yang baik, dan tamak mengabaikan sisi kemanusian sehingga  terjebak di dalamnya dapat mengurangi produktifitas.  
namun disaat beliau pimpim berubah 180 derajat  beliau menonaktifkan pegawai pribadi yang mana sudah lazim sebelum beliau.  kehati-hatian dalam menggunakan anggaran belanja negara sudah diperlihatkan bagaimana beliau memeran seorang pemangku kebijakan dikisahkan Suatu hari disaat beliau hendak tidur malam datang utusan,  Utusan itu masuk, dan Umar memerintahkan untuk menyalakan lilin yang besar milik negara untuk mengadukan keadaan umat di wilayahnya namun tatkala pindah ketopik pribadi Umar, beliau segera memerintahkan untuk menyalakan lilin kecil yang berasal dari dan pribadi khalifah. Begitupun tatkala mengelola dana umat maka yang harus diperhatikan adalah efesiensi mengacu pada minimal cost dan nilai kepantasan tanpa meninggalkan hak dan kewajiban dimana dapat diukur oleh hati, sedangkan hati akan membimbing manusia tatkala sering disirami dengan zikir dan tafakur.
 
Menghindar dari Hadiah
Jika jabatan telah sampai dipundak maka harapan mendapat hadiah harus ditepis, karena dalam mengambil kebijakan tidak boleh berdasarkan hutang budi, dikisahkan dari Amir bin Muhajir bahwa suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin sekali makan apel. Lalu salah seorang lelaki dari anggota keluarganya menghadiahkan apel kepadanya. Umar berkata, "Betapa harum dan enaknya apel ini." Setelah itu, dia berkata, "Wahai pelayan, kembalikan apel itu kepada orang yang telah memberikannya dan sampaikan salam kepada tuanmu, katakan kepadanya: "Hadiahmu telah sampai  kepadaku sebagaimana yang engkau inginkan.' Saya (Amir bin Muhajir) pun berkata, "Wahai Amirul Mukminin, yang memberikan  ini adalah anak lelaki pamanmu yang adalah salah seorang lelaki dari  keluargamu. Bukankah engkau juga sudah mendengar kalau Rasulullah  shallallahu'alaihi wa sallam juga memakan hadiah yang diberikan kepadanya?"  Umar berkata, "Celaka kamu. Hadiah pada masa Rasulullah shallallahu'alaihi  wa sallam adalah memang benar benar hadiah, sedangkan hadiah pada hari ini bagi kami adalah penyuapan.", hadiah adalah hal yang mubah artinya dilakukan maupun tidak bukan suatu yang bermasalah justru akan bermasalah jika terselip hati untuk mempermudah keinginan kepada seorang pejabat bukan hanya dapat dosa tetapi dapat membuat orang lain susah, susah karena orang lain menanggungnya  karena pejabat tersebut pada gilirannya termotifasi mengenakan ‘tarif’ walaupun sebetulnya tidak ada, bukankah amil itu harus bersih dari upaya cacat moral.

Penegakan hukum
Hukum untuk menghentikan perselisihan, mengembalikan hak seseorang dan memaksa orang salah untuk menangung akibat kesalahannya. disiplin dan upaya penegakan hukum tanpa pandang bulu sudah membumi di masa umar bin abdul azis,  dikisahkan pernah beliau memenjarakan Usamah bin Zaid at-Tanurkhi seorang pejabat yang semena-mena dan menurunkan Yazid bin Abi Muslim seorang pejabat yang bengis dan zalim. melihat pemerintahan saat itu menuai suka cita dan kepercayan rakyat mengalir begitu saja, mereka sukarela mendatangi baitulmal untuk menyerahkan kewajibannya tanpa perlu paksaan bahkan bukan lagi suatu yang aneh jika mereka jujur untuk menolak menerima zakat (lagi) lantaran sudah merasa mampu dan cukup.   

Tentunya beberapa point diatas saling terkait dan tidak dapat dipisahkan guna mengupayakan Baitul Mal mengambil peranan ekonomi yang sangat penting, dan bukanlah suatu yang berlebihan jika kita melirik kisah kemakmuran negeri pada zamannya.  Dalam bukunya  Fiqih Prioritas ditulis oleh Yusuf Al-Qordhawiy meletakkan kerangka dasar prioritas  bahwa “menjadikan para pembaharu mendahulukan pendidikan dan pembinaan merupakan tuntutan sepajang zaman. Ketika agama menjadi lemah kemudian umat mengalami kerapuhan, maka agama ini memerlukan susana baru dan umat perlu dihidupkan,” rupanya hal ini merupakan pola yang tepat seolah-olah sang khalifah hendak mendidik para  mengemban panji perbaikan dan kebangkitan, pada zamannya perang bukanlah agenda utama, tetapi pendidikan dan perbaikan ekonomi dalam negeri perlu penanganan utama dan serius oleh beliau.
Ketentraman, kedamaian dan kemakmuran dirasakan hingga dikala itu  Umar bin Abdul Azis memangkas pajak dari orang Nasrani. Tak cuma itu, ia juga menghentikan pungutan pajak dari mualaf. Kebijakannya itu telah menumbuhkan simpati dari kalangan non Muslim sehingga mereka berbondong-bondong memeluk agama Islam. begitulah kholifah Umar telah menyumbangkan effort yang besar dengan meletakkan keadilan,  perdamaian, menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi kemajuan peradaban manusia sehingga tidak ada alasan bagi Allah untuk menunda rahmat dan berkahnya.    walaupun terkesan kisah Umar nin Abdul Azis sulit bagi pemimpin negara, paling tidak memberi pelajaran bagi para pelayan publik dan pemegang dana umat untuk memiliki atmosfir 6  point di atas, sehingga penerima manfaat betul betul dirasakan.

Rabu, 24 November 2010

AMARAH


Masih ingatkah kita dulu nenek moyang kita pernah bilang kalau marah itu bisa cepet tua, wahmasa iya sih ,  kenapa ?, oh iya dong sebab setiap kali kita marah disaat itu pula kita membutuhkan energy yang yang terkadang tidak sedikit untuk dikeluarkan disaat itu pula urat syaraf mengeras sehingga tingkah kita menjadi kaku, cobalah kalo kita marah dan sambil memegang pipi maka akan sangat terasa pipi kita mengeras dan memerah sangat terlihat tidak rilex, semakin tertahan semakin berat beban terasa dipikul. perhatikan setiap kali kita melihat orang marah maka akan sangat terasa aura penat panas yang dikeluarkan,  sehingga membuat orang sekitarnya jengah atau bete,  begituhe hebat  energi yang terbuang oleh orang tersebut. 

Ada pepatah arab mengatakan , awal seseorang marah itu mirip seperti orang gila tapi akan diakhiri dengan penyesalan, marah akan membutakan hati nurani, sulit menerima kebenaran, dan sangat rentan tergoda syetan. sedang syetan yang diciptakan oleh allah  dengan api dan sangat senang jika mengambil kesempatan untuk memanaskan suasana.   Rasulullah telah memberikan teraphy jika kita marah segeraralah duduk, posisi diharapkan sirkulasi darah mengalami perubahan dan menjadi rilex, namun jika pun itu tidak terasa cukup segeralah  berwudhu, karena dengan berwudhu air yang membasuh anggota tubuh kita tidak hanya mendinginkan tubuh tapi juga upaya mendinginkan hati kita, lalu cobalah sholat dengan harapan , konsentrasi kita hanya kepada allah sang pemilik hati dan yang membolak balikan hati. 

jika kita masih berada disentra amarah segeralah keluar areal tersebut, dengan harapan kita bisa berfikir mencerahkan diri bisa berfikir ulang yang positif dan bertemu hal-hal yang lucu dimana kita dapat melupakan sejenak amarah kita.